Even In My Dream

Assalamu’alaikum….
cerita ini diangkat dari mimpi ku selama ini..
seperti biasa sebelum masuk cerita, kita bersenandung dulu yuk?
Meski Jauh Kau Slalu Kutunggu
Kau Tertidur Cintaku Tak Tertidur
Kutimang-timang Slalu Rinduku
I See You, Even In My Dream
(Even In My Dream, EDcoustic)
saat itu pukul 20.00 Aku mulai belajar pemahaman materi untuk ulangan semester besok sebenarnya aku sudah belajar tadi sore, hanya saja ingin lebih memantapkan lagi. Hingga jam 22.00 aku masih belajar tapi setelah lama belajar, rasa kantukku tak bisa kubendung lagi dan akhirnya aku memutuskan untuk tidur, Aku membereskan buku-buku ku di meja dan berdo’a.
esoknya, jam 3 pagi aku bangun untuk solat tahajud, setelah itu aku tiba-tiba teringat mimpiku tadi malam. Siapa laki-laki itu? dia seperti menyebut namaku, tapi aku tidak tahu siapa dia. Kemudian, Adzan shubuh pun menggema, aku bergegas menuju ke masjid untuk sholat berjamaah, sedikit demi sedikit aku mulai melupakan mimpi itu. Setelah solat Aku pulang ke rumah untuk persiapan sekolah, setelah siap semua Aku berangkat sekolah dan tak lupa berpamitan kepada orang tua. Kemudian di sekolah Aku mengerjakan ulangan dengan serius tapi enjoy. Bel pulang pun berdering, Aku bergegas pulang bersama teman-temanku. Setelah sampai rumah, seperti biasa Aku melakukan sederet rutinitasku mulai dari solat, tidur, belajar, sampai mengajar tpq. Saat Aku tidur muncul wajah laki-laki itu lagi. Esoknya saat aku tidur, lagi-lagi wajah laki-laki misterius itu muncul lagi, entah kenapa seakan-akan aku merasa nyaman melihat wajahnya, dan sempat aku berpikir Apakah dia yang Kau takdirkan menjadi jodohku ya Allah deg!!. Astaghfirullah aku terlalu berharap kepada selainMu, ampuni Aku ya Rabb. Handphone ku bergetar, ada sms masuk dari rekan Rohis ku supaya semua anggota rohis berkumpul di sekolah pukul 14.00 Kebetulan Aku anak baru di rohis, jadi belum tau menau tentang rohis. Aku pun bergegas ke sekolah dengan mengendarai sepeda motor. Setelah semua kumpul acara pun dimulai, serentak hatiku berdetak dengan lebih kencang setelah melihat ternyata laki-laki yang sering di mimpiku itu ada di kehidupan nyata, dan ternyata seorang ketua rohis di sekolahku dan usianya pun 2 tingkat lebih tua dariku. Aku teringat dengan seuntai kalimat “”Dia meski kau jaga sepenuh jiwa, kalau kata Allah tak berjodoh, akan pisah juga
Dia meski tak pernah bertemu muka, kalau kata Allah berjodoh akan bersama juga” ‪#‎KetikaHatiHarusMemilih‬.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s